Seminar Nasional Tentang
PERAN ULAMA PEREMPUAN DALAM MENEGUHKAN NILAI KEISLAMAN,
KEBANGSAAN, DAN KEMANUSIAAN

Ruang Pleno, Halaman Depan Pesantren Kebon Jambu
Rabu, 26 April 2017
Pukul 08.30-12.00

Sebagai rangkaian dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia, Seminar Nasional tentang “Peran Ulama dalam Meneguhkan Nilai Keislaman, Kebangsaan, dan Kemanusiaan” bertujuan untuk penyebaran dan penyamaan perspektif keulamaan perempuan pada konteks keindonesiaan. Terutama setelah peserta memahami dan mendapatkan gambaran dari seminar internasional; gerakan dan perjuangan para ulama perempuan di dunia.

Seminar nasional ini juga membahas tentang peranan ulama perempuan dalam kehidupan sehari-hari di tingkat akar rumput. Sebelum seminar, mula-mula didahului dengan testimoni ulama perempuan, Umi Hanisah dari Nangro Aceh Darussalam. Umi akan menguraikan eksistensi, tantangan, peran dan kiprahnya di komunitas. Terutama karena Aceh termasuk wilayah yang unik dan istimewa. Unik, karena sejak jaman pra kemerdekaan dan kemerdekaan banyak perempuan yang menjadi pemimpin dan ulama di tingkat komunitas. Namun, paska penerapan otonomi daerah dan pemberlakukan belbagai peraturan daerah atau qonun-qonun Aceh, kiprah keulamaan perempuan menjadi tidak ter(di)dengar lagi. Bahkan yang mengkhawatirkan jika perempuan justru mendapatkan kriminalisasi atas penerapan qonun tersebut atas nama syariat Islam.

Selain membahas hal-hal di atas, seminar nasional ini juga menarasikan proses dan metodologi kajian tafsir, hadist dan fiqh yang berperspektif keadilan substantif bagi perempuan dan laki-laki.  Metodologi tersebut diharapkan menjadi terobosan baru dalam perumusan hukum atau syariat Islam (baca: fiqh muamalah) yang berkeadilan, tidak menyalahkan perempuan, dan memuliakan perempuan. Sehingga, pandangan keagamaan dari ulama perempuan adalah hal yang sesuai dengan kebutuhan umat.

Tujuan:

  1. Menemukan kembali kiprah ulama perempuan di tingkat akar rumput, peluang dan tantangan; studi kasus Aceh
  2. Merumuskan makna ulama perempuan dalam konteks Indonesia
  3. Mengenalkan metode studi Islam untuk rumusan musyawarah keagaman dengan perspektif keadilan substantif bagi perempuan dan laki-laki.
  4. Mendiskusikan strategi dakwah ulama perempuan dan tantangannya dalam konteks kehidupan berbangsa, bernegara, dan berelasi dengan penduduk global.

Narasumber:

  1. Sejarah dan Peran Ulama Perempuan di Indonesia (KH Husein Muhammad, Ketua Yayasan Fahmina, Cirebon);
  2. Metodologi Studi Islam Perspektif Ulama Perempuan (Dr. Nur Rofiah, Dosen Pascasarjana PTIQ, Pengurus Alimat dan Rahima, serta, Jakarta);
  3. Strategi Dakwah Ulama Perempuan dalam Meneguhkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kemanusiaan (Siti Aisyah, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiah, Yogyakarta)
  4. Tantangan dan Peluang Ulama Perempuan dalam Menebarkan Islam Moderat di Indonesia (Prof. Dr. Machasin, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Moderator: Neng Dara Affiah
Penanggung-Jawab: Ninik Rahayu
Tempat: Ruang Pleno, Halaman Depan Pondok Pesantren Kebon Jambu
Waktu: Jam 08.30-12.00 WIB

Comments

comments