Jadwal Kegiatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)
Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon
25-27 April 2017 (28-30 Rajab 1438 H)

Hari/Tanggal

Waktu

Kegiatan

Keterangan

Senin,
24 April 2017
(27 Rajab 1438)

08.00

Kedatangan Peserta

Sebagian peserta yang diterima sebagai peserta Seminar Internasional di IAIN (tidak semua peserta) sudah bisa datang dan menginap di Pesantren jika berkenan. Peserta Kongres yang tidak ikut Seminar bisa datang pada pagi Selasa, 25 April 2017.

Yang diundang sebagai peserta Seminar Internasional dan ingin menginap di Pesantren Kebon Jambu dimohon mendaftar ke Panitia (Ikoh: hp/wa: 081322240524)

16.00-20.00

Pendaftaran ulang Peserta Kongres

Bertempat di Pondok Pesantren Kebon Jambu al-Aislami Babakan Ciwaringin Cirebon (ini bagi peserta yang sudah datang ke lokasi Kongres).

Peserta yang belum kirim photo lewat email, mohon membawa dan menyerahkan Pas Photo ukuran 3x4 (tiga buah) saat daftar ulang. Surat undangan kepesertaan harap dibawa dan diserahkan pada saat daftar ulang.

Selasa,
25 April 2017
(28 Rajab 1438)

 

 

08.30-12.00

 

Kedatangan Peserta Kongres dan Registrasi Ulang

Bertempat di Pondok Pesantren Kebon Jambu al-Islami Babakan Ciwaringan Cirebon

Peserta Seminar Internasional yang menginap di Pesantren akan diantar ke IAIN jam 07.00 WIB dari Pesantren. Seminar akan dimulai pada pukul 0830 WIB.

Khatmul al-Qur’an

Dipimpin Ibu Nyai Hj. Afwah Mumtazah (Pengasuh Pondok Pesantren Kempek dan Rektor Institu Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon) bertempat di Masjid Pesantren lokasi Kongres

Peserta yang tidak sempat daftar ulang karena ikut Seminar Internasional, akan disediakan booth registrasi ulang di lokasi Seminar.

13.00-16.00

Silaturahim dan Konsolidasi Peserta Kongres

Para peserta akan difasilitasi untuk berkenalan dan mengungkapkan fakta aktivitas keseharian sebagai bahan dokumentasi keulamaan perempuan untuk kepentingan data base ulama perempuan Indonesia. Sesi ini ditekankan pada penguatan keahlian mengenali data diri (live realities), sebagai basis data keulamaan perempuan. Para peserta akan dibagi 6 kelompok. Per-kelompok akan ditemani oleh seorang fasilitator untuk menuliskan kembali riwayat hidup masing-masing yang bisa menjadi data diri sebagai basis data keulamaan perempuan.

Tim Fasilitator:

AD Eridani, Afwah Mumtazah, AD.Kusumaningtyas,  Neng Hannah, Sely Fitriani, Roziqoh, Syafirah Hardani , Khotimun Sutanti, Leli Nurohmah, Yefri Heriani, Dini Anitasari Sabaniah, dan Nadia Bafagih.

Para peserta dimohon membawa data-data, minimal mengenali aktivitas keseharian terkait keulamaan perempuan dan kiprah-kiprah pendampingan komunitas

19.30-22.00

Pembukaan Kongres Ulama Perempuan Indonesia

Bertempat di halaman utama Pesantren lokasi Kongres. Agenda acara pembukaan adalah berikut ini:

  1. Pembukaan
  2. Pembacaan Ayat Suci al-Qur’an
  3. Menyanyikan Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya"
  4. Menyanyikan Shalawat Keadilan
  5. Sambutan Pengasuh Pondok Pesantren Kebon Jambu al-Islami (Ibu Nyai Hj. Masriyah Amva).
  6. Sambutan Panitia KUPI (Dra. Hj. Badriyah Fayyumi Lc. MA).
  7. Sambutan Dewan Penasehat KUPI (Prof. Dr. Nazaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal).
  8. Kidung Barzanji (Santri Kebon Jambu)
  9. Keynote Speech, sekaligus membuka Kongres Ulama Perempuan Indonesia (Nyai Hj. Sinta Nuriyah Wahid, M.Hum).
  10. Doa dan Penutup

 

Selasa,
25 April 2017
(28 Rajab 1438)

08.30-16.00

International Seminar on Women’s Ulama
Avenue: IAIN Sykeh Nurjati Cirebon

Opening Session:

  1. Welcoming Remark by Rector of IAIN Syekh Nurjati Cirebon (Dr. H. Sumanta, M.Ag.)
  2. Keynote Speech 1: “The Existence of Women Ulama in Islamic Civilization” (Steering Committee of KUPI, Dra. Hj. Badriyah Fayumi, Lc. MA).
  3. Keynote Speech 2: “The State and the Existence of Women Ulama in Indonesia”, (General Director of Islamic Education, Ministry of Religious Affairs of Indonesia, Prof. Kamaruddin Amin, Ph.D)

Plenary 1:
Women Ulama, Muslim Communities and States

  1. Musawah: Reclaiming Space for women Ulama Through Movement Building - Zainah Anwar (Malaysia)
  2. Challenges and Opportunities of Women Ulama in Engaging with OIC—  Dr. Hj. Siti Ruhaini Dzuhayatin (Indonesia)
  3. Working at the Communities Challeging Religious Extremism - Bushra Qadeem (PAIMAN, Pakistan )
  4. Facing Resistance:  Personal Insight and Strategies of Women Ulama -  Hatoon Al-Fasi  (Saudi Arabia)

Moderator: Kamala Chandrakirana

Plenary 2:
From Talk to Action: Women Ulama Promoting Peace and Justice

  1. Women Ulama Under Syariah Law in Post Conflict Aceh - Prof Eka Srimulyani (Aceh Indonesia)
  2. Engaging Female Ulama in Promoting Women’s Rights and Peace - Roya Rahmani (the Ambasador of Afghanistan in Indonesia)
  3. Strengthening Community Resilience, Engaging Women Ulama in Responding ISIS – Ulfat Hussein Masibo, Supreme Council of Kenya Muslims ( Kenya)
  4. Bokoharam: Islamism, Politics and Women’s Security in Nigeria -  Dr. Rafatu Abdul Hamid (Nigeria)

Moderator: Ruby Khalifah
Concluding Remark by Prof. Chamamah Suratno

Kegiatan ini diadakan untuk pemerhati isu-isu keulamaan perempuan internasional. Peserta Kongres yang mendapat undangan khusus untuk ikut sebagai peserta seminar internasional, dapat mengikuti seminar ini di IAIN Cirebon.  Tetapi, karena keterbatasan kapasitas tidak semua peserta Kongres dapat hadir di Seminar International.

Namun demikian, untuk memenuhi  keinginan berbagai pihak, akan diupayakan kegiatan disiarkan secara live streaming. Sehingga bisa dilihat dari lokasi Kongres di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, atau dari manapun.

Selesai Acara seminar ini seluruh peserta akan diberangkatkan ke Lokasi Kongres untuk mengikuti acara pembukaan.

Para peserta Kongres yang akan mengikuti seminar ini, akan disedikan booth khusus di lokasi acara, untuk pendaftaran ulang sebagai peserta Kongres.

Rabu,
26 April 2017
(29 Rajab 1438)

 

 

 

08.30-12.00

Seminar Nasional tentang Peran Ulama dalam Meneguhkan Nilai Keislaman, Kebangsaan, dan Kemanusiaan

Seminar ini untuk penyebaran dan penyamaan perspektif keulamaan perempuan pada konteks keindonesiaan. Bertempat di halaman Pesantren lokasi Kongres, seminar ini akan diawali dengan testimoni ulama perempuan, Umi Hanisah (Aceh), tentang eksistensi, tantangan, peran dan kiprahnya di komunitas.
Berangkat dari testimoni ini, seminar akan mempresentasikan dan mendiskusikan empat tema berikut ini:

  1. Sejarah dan Peran Ulama Perempuan di Indonesia (KH Husein Muhammad, Ketua Yayasan Fahmina, Cirebon);
  2. Metodologi  Studi Islam Perspektif Ulama Perempuan (Dr. Nur Rofiah, Dosen Paska Sarjana PTIQ, Pengurus Alimat dan Rahima, serta, Jakarta);
  3. Strategi Dakwah Ulama Perempuan dalam Meneguhkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kemanusiaan (Siti Aisyah, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiah, Yogyakarta)
  4. Tantangan dan Peluang Ulama Perempuan dalam Menebarkan Islam Moderat di Indonesia (Prof. Dr. Machasin, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Moderator: Neng Dara Affiah

Peserta Kongres diprioritaskan, tetapi terbuka untuk umum.

13.00-16.00

Diskusi Paralel

Diskusi ini sebagai ajang tukar pendapat, pengetahuan dan pengalaman para peserta terhadap gagasan-gagasan dasar dari Seminar Nasional, melalui isu-isu kongkrit dalam k ehidupan keseharian perempuan. Bertempat di ruang-ruang aula/kelas besar Pesantren, diskusi akan mendalami sembilan tema berikut ini:

  1. Tantangan dan Peluang Pendidikan keulamaan perempuan di Indonesia
  2. Narasumber: Tokoh Pendidikan Madrasah NU Banat Kudus (Hj. Noor Laila, M.Pd.I), Direktur STIT, Diniyyah Puteri, Padang Panjang (Laili Ramadani, SPdi, MA), dan Direktur Perhimpunan Rahima (AD Eridani).
    Moderator: Septi Gumiandari

  3. Respon Pesantren terhadap Keulamaan Perempuan (Pengalaman Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon)
  4. Narasumber: Para pengasuh dan ustadzah PP Babakan Ciwaringin Cirebon (Dr. Neng Khozanah, Dra. Hj. Umamatul Khaeriyah, M.Ag, dan Ny. Hj. Royanah Amin Halim), dan Alumni Pesantren Babakan, Wakil Rektor UIN Suka Yogyakarta (Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, MA).
    Moderator: Dr. Suwendi

  5. Penghentian kekerasan seksual dalam perspektif ulama perempuan
  6. Naraumber: Aktivis dari Rifka An-Nisa (Saeroni), Praktisi dan dosen ilmu Hukum di UGM Yogyakarta (Sri Wiyanti Eddyono, SH, LLM, PhD), ulama pesantren dan anggota komisioner Komnas Perempuan (Imam Nakhoi), Komisioner ORI (Ninik Rahayu, SH. M.S.), dan aktivis dari Forum Pengada Layanan (Dian Puspitasari).
    Moderator: Samsidar

  7. Perlindungan anak dari pernikahan dalam perspektif ulama perempuan
  8. Narasumber: Peneliti isu-isu perempuan di Indonesia dari Australia (Prof Kathryn Robinson), peneliti Insist dan Rumah Kitab (Nurhady Sirimorok MA), aktivis, peneliti, dan pendamping dari Rumah Kitab (Lies Marcoes MA), ulama-ulama pesantren pengkaji isu pernikahan anak (Kyai Mukti Ali, Gus Jamaluddin Muhammad, Roland Gunawan, dan Ahmad Hilmi).
    Moderator: Nurasiah Jamil

  9. Perlindungan buruh migran dalam perspektif ulama perempuan;
  10. Narasumber: Komisioner Komnas Perempuan (Yuniyanti Chuzaifah), Ketua bidang Riset dan Kajian Migrasi (Anis Hidayah), Ketua BNP2TKI (Nusron Wahid), dan ulama perempuan/komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Maria Ulfah Anshor).
    Moderator: Wiharti

  11. Pembangunan berkeadilan berbasis desa dalam perspektif ulama perempuan
  12. Narasumber: Pengurus Federasi Serikat Pekka (Peny Yuliarti); KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat & Pelayanan untuk Kesejahteraan: Ratna Fitriani); Sekjen Kementrian Desa (dalam konfirmasi); Ulama pemerhati isu-isu pemberdayaan perempuan dari Yayasan Fahmina (Faqihuddin Abdul Kodir).
    Moderator: Nani Zulminarni

  13. Peran perempuan dalam menghadapi radikalisme agama, meneguhkan nilai kebangsaan dan mewujudkan perdamaian dunia;
  14. Narasumber: Ulama pesantren dan aktivis perdamaian dan keadilan gender (KH. Husein Muhammad), Peneliti PRIK-UI (Any Rufaidah), perempuan jihadis, dan peneliti UN Women (Romatio Wulan).
    Moderator: Ruby Khalifah

  15. Peran, tantangan  dan strategi ulama perempuan dalam menjawab krisis dan konflik kemanusiaan.
  16. Narasumber: Aktivis dan mantan Komisioner Komnas Perempuan (Andy Yentriyani), Dosen UIN Jakarta dan Wakil Dekan FKIP UHAMKA Jakarta (Dr. Izza Rahman Nachrowi, MA.), dan aktivis dan Ketua Harian Institut Kapal Perempuan (Missiyah).
    Moderator: AD Kusumaningtyas

  17. Peran ulama perempuan dalam penyelesaian ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan.

    Narasumber: Aktivis dan Pengasuh Pesantren Ekologi ath-Thariq Garut (Ny. Hj. Nissa Wargadipura), aktivis dan peneliti lingkungan dari Sajogyo Institute Bogor (Siti Maimunah), dan pemerhati isu keislaman dan lingkungan dari Lakpesdam PBNU (Ny. Hj. Ala'i Nadjib, M.Ag).
    Moderator: Marzuki Wahid.

 

Untuk semua peserta dan pengamat Kongres.
Semua peserta Kongres diharapkan sudah memilih tema sejak pendaftaran, dan akan ditanyakan ulang pada saat registrasi. Peserta diberi kesempatan untuk memilih 3 tema, nanti pada saat hari H akan dipilihkan 1 tema saja, dengan melihat proporsi masing-masing.

16.00

Istirahat

Peserta yang berminat bisa ikut TUR Spiritual, Kultural dan Komersial yang disediakan Panitia.

20.00-22.00

Malam Kultural

Pentas Seni dan Budaya bertempat di halama depan Pesantren
Diantaranya akan ada Pemutaran dan Diskusi Film Dokumenter "Bangkit dari Bayangan" (Rises from The Ashes : the Story of A Woman in the Greatness of God), karya Noorhayati Kaprawi (Malaysia).

Narasumber: Noorhayati Kaprawi.
Moderator: Soraya Kamaruzzaman.

(dimohon peserta sudah bisa mendaftar TUR ini pada saat pendaftaran ulang).
Malam kultural dan TUR terbuka untuk umum

Kamis
27 April 2017
30 Rajab 1438

 

 

 

 

08.30-12.00

 

 

Peluncuran dan Diskusi Karya-karya Keulamaan Perempuan

Peluncuran dan diskusi buku ini, merupakan salah satu ajang untuk membangun dan berbagi pengetahuan (knowledge building and knowledge sharing) tentang potret riil ulama perempuan dan apa yang mereka lakukan di tengah komunitas dan umatnya. Acara ini akan diawali dengan penyerahan secara simbolis buku yang diterbitkan kepada 10 orang ulama perempuan dari berbagai latar belakang, termasuk para penulis/kontributor buku maupun tokoh-tokoh yang ditulisnya.

Ada peluncuran 2  Buku “Jejak Perjuangan Keulamaan Perempuan” (Terbitan Rahima dan KUPI 2017) dan “"Dari Inspirasi Menjadi Harapan : Perempuan Muslim Indonesia dan Harapannya kepada Islam yang Pluralis dan Damai " (LBH Apik, 2014).

Narasumber: KH.Helmy Ali Yafie (ulama dan aktivis dari Makasar), Prof.Dr.Nurjannah Ismail (Guru Besar UIN Ar-Raniri Aceh), Ratna Batara Munti (Aktivis dari LBH Apik dan Penulis Buku kedua; dan Nyai Hj.Ruqayyah Ma'shum (Ulama dan Pengasuh Pondok Pesantren Bondowoso)

Moderator : Farha Ciciek.

Selesai launching buku, dilanjutkan dengan Peluncuran Media Sosial Keulamaaan Perempuan (Website KUPI dan Media Mubadalah).

Narasumber: Maemunah Mujahid (aktivis Bait al-Hikmah) Ruby Khalifah (Country Representative Aman Indonesia)
Moderator:  Yuli Muthmainnah

Terbuka untuk umum (peserta, pengamat, media, dan seluruh tamu)

Musyawarah Fatwa

Muyawarah Fatwa adalah forum pembahasan permasalahan yang diajukan oleh umat kepada ulama perempuan. Untuk kali ini, hanya tiga tema yang dibahas, yaitu kekerasan seksual, perkawinan anak, kekerasan seksual, dan perusakan alam dalam konteks ketimpangan sosial. Musyawarah akan dibagi dalam tiga kelas:

  1. Musyawarah Fatwa tentang Kekerasan Seksual, akan dikelola oleh: Afwah Mumtazah, Ninik Rahayu, Imam Nakhoi, Umdah El Baroroh, Ruqayyah Maksum, dan Neng Hanna.
  2. Musyawarah Fatwa tentang Perkawinan Anak akan dikelola oleh Maria Ulfah Anshor, Mariam Abdullah, Emma Marhumah, Rita Pranawati, Mukti Ali, dan Yuli Muthmainnah.
  3. Musyawarah Fatwa tentang Kerusakan Alam dalam Konteks Ketimpangan Sosial akan dikelola oleh Neng Dara Affiah, Atiyatul Ulya, Khotimatul Husna, Helmi Ali, Marzuki Wahid, dan Alai Nadjib.

Hanya untuk Peserta Kongres (terutama yang berlatar belakang kajian keislaman) dan diharuskan mendaftar ke Panitia, Pengamat boleh masuk jika ruangan mencukupi dan juga harus mendaftar

Majlis Rekomendasi

Majlis ini akan menyusun draft poin-poin yang akan menjadi rekomendasi yang dikeluarkan Kogres. Majlis ini dipimpin oleh Masruchah.

Hanya untuk Peserta Kongres saja (tidak diperkenankan bagi yang lain), dan diharuskan mendaftar sejak awal pendaftaran.

14.00-16.00

Penutupan Kongres
Bertempat di Halaman Depan Pesantren, agenda acara penutupan Kongres adalah sebagai berikut:
Bertempat di halaman utama Pesantren lokasi Kongres. Agenda acara pembukaan adalah berikut ini:

  1. Pembukaan
  2. Pembacaan Ayat Suci al-Qur’an
  3. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia
  4. Menyanyikan Shalawat Keadilan
  5. Sambutan Panitia KUPI
  6. Pembacaan Hasil Musyawarah Fatwa Ulama Perempuan
  7. Pembacaan Rekomendasi Kongres
  8. Pembacaan Ikrar Keulamaan Perempuan
  9. Kidung Barzanji (Santri Kebon Jambu)
  10. Kalimat Penutup (concluding remarks), sekaligus menutup Kongres oleh Bapak Drs. H. Lukman Hakim Saefuddin (Mentri Agama Republik Indonesia).
  11. Doa dan Penutup

Terbuka untuk umum

16.00

Selesai
Peserta yang berminat bisa ikut TUR Spiritual, Kultural dan Komersial yang disediakan Panitia, sebelum pulang ke kediaman masing-masing. (dimohon peserta sudah bisa mendaftar TUR ini pada saat pendaftaran ulang).

Beberapa delegasi peserta akan diundang untuk membicarakan kemungkinan penyelenggaraan Kongres kedua 2-3 tahun ke depan.